Manfaat Quinoa bagi Kesehatan

Perubahan iklim yang berubah diluar prediksi berdampak terhadap produksi pangan dunia. Salah satunya kekeringan yang terjadi di sentra produksi dunia menyebabkan menurunnya produksi beras, gandum atau kedelai, akibatnya harga komoditas tersebut melonjak tinggi.

Disisi lain banyak petani pedesaan yang memilik pengetahuan lokal dalam memproduksi pangan berdasarkan sumber daya genetik lokal yang tumbuh di daerahnya. Namun kondisi ini sering ditinggalkan karena berubahnya pola konsumsi mereka dengan menitikberatkan pada beras dan gandum.

Lain halnya dengan petani tradisional di daerah pegunungan Andes (Amerika Selatan)  sejak ribuan tahun yang lalu mereka memanfaatkan tanaman lokal yang banyak tumbuh di wilayah Peru, Equador, dan Bolivia sebagai bahan makanan pokok setelah kentang. Tanaman tersebut dikenal dengan nama Kinoa atau Quinoa (Chenopodium quinoa Willd) – yang dibaca Kinwa.

Quinoa merupakan serealia semu yang menghasilkan biji yang berpotensi sebagai sumber gizi karena tingginya kandungan karbohidrat dan protein. Nutrisi biji quinoa terdiri asam amino utama seperti lysine dan kandungan zat penting kalsium, posfor dan zat besi, serta gluten-free (mudah dicerna). Selain itu, daun quinoa dapat dimanfaatkan sebagai lalaban/salad.

Selain itu, Quinoa cocok bagi penderita diabetes, seratnya dapat membantu meminimalisir resiko terjadinya serangan jantung, mencegah pembentukan batu empedu. Kandungan vitamin B yang terkandung didalamnya dapat memproduksi sel darah merah yang sehat. Kandungan mineral pada Quinoa dapat melawan radikal bebas dan bagus untuk tulang. Quinoa juga membantu tubuh mencegah dari kanker.

Tanaman quinoa merupakan tanaman dikotil, tahunan dengan tinggi 1-2 m. Tanaman ini dapat tumbuh di daerah pantai (Chili) sampai daerah dengan ketinggian 4000 m tergantung varietasnya, namun demikian sebagian besar varietas quinoa tumbuh di daerah dengan ketinggian 2500-4000 m.

Quinoa dapat tumbuh optimal di daerah dengan iklim dingin dengan suhu udara -30C pada malam hari dan 350C pada siang hari. Popularitas nilai biji quinoa semakin meningkat tiap tahun di Amerika, Eropa, China, dan Jepang. Tahun 2011, harga quinoa mencapai 3.115 US$ per ton dan beberapa varietas mencapai 8.000 US$ per ton. Sedangkan harga gandum hanya mencapai 340US$ per ton. Komoditas ini sudah dijual di pasar swalayan besar di Jakarta. Tingginya harga jual komoditas baru ini disebabkan tingginya kandungan nutrisi dan sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. (f)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar