Kepala Balitbangtan Resmikan Kantor Baru IRRI

Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian Dr Fadjry Jufry bersama dengan Director General International Rice Research Institute (IRRI) Dr Matthew Morell meresmikan kantor baru IRRI yang berlokasi di eks gedung CAPSA, Bogor, Senin (1/4/2019). Peresmian yang disaksikan secara langsung oleh IRRI Regional Representative Southeast Asia, Sesba Litbang, Plt. Kepala Puslitbangtan, Kepala BB Biogen, Kepala Perwakilan IRRI, perwakilan dari LIPI, IPB,  serta para peneliti dari IRRI dan Badan Litbang Pertanian itu dilakukan untuk mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi padi yang selama ini telah ada di dunia.

Pada kesempatan tersebut Kepala Badan Litbang mengemukakan bahwa peresmian kantor baru ini merupakan follow up dari Host Country Agreement antara Pemerintah Indonesia dengan IRRI yang telah ditandatangani oleh kedua pihak pada 17 Agustus 2018 lalu. IRRI merupakan mitra kerja sama yang telah lama menjadi partner Indonesia dalam hal peningkatan program penelitian padi nasional. “Selama bertahun-tahun para petani telah menanam varietas padi hasil kerja sama antara peneliti Indonesia dengan IRRI,” katanya menjelaskan.

Beberapa tahun belakangan ini, menurut Kepala Badan, kolaborasi itu telah menghasilkan varietas toleransi rendaman hingga 14 hari yaitu Inpari 30 Ciherang-Sub One yang dirilis pada tahun 2012. Selain itu, juga telah dihasilkan varietas dengan potensi hasil tinggi, Inpari 42 dan Inpari 43 Green Super Rice untuk daerah tadah hujan yang dirilis di tahun 2016. Sedangkan untuk mengatasi stunting, kolaborasi IRRI Indonesia telah merilis Inpari IR Nutri Zinc pada tahun 2019 ini.

Oleh karena itu, Kepala Badan Litbang Pertanian menyatakan ingin lebih banyak bekerja pada pemuliaan untuk perubahan iklim, beras khusus Zinc tinggi, indeks glikemik rendah (GI) dan mengisi kesenjangan hasil beras. Lebih jauh, Kepala Badan juga ingin melihat lebih banyak pengembangan Teknologi Informasi (TI) seperti Layanan Konsultasi Padi (LKP) di masa depan untuk mengatasi masalah biotik dan abiotik serta untuk menjaga produksi beras berkelanjutan dan mempertahankan ekosistem.

Di tempat yang sama, Director General IRRI Dr. Matthew Morell menyatakan bahwa IRRI berkomitmen untuk bekerja sama dengan Badan Litbang Pertanian dan mitra nasional lainnya untuk mendorong penelitian yang siap di masa depan termasuk kolaborasi kebijakan. Selain itu, lembaga penelitian padi internasional ini juga siap membantu Badan Litbang dalam menyampaikan visinya tentang dampak positif berkesinambungan di kehidupan petani dan perekonomian Indonesia.

Acara peresmian kantor ini dilanjutkan dengan kegiatan konsultasi nasional Badan Litbang Pertanian-IRRI untuk inisiatif ASEAN +3 di Indonesia tentang Solusi Genetik Padi untuk Ketahanan Iklim dan Penambahan Nilai di ASEAN. (HRY/Uje)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar