Rakor UPSUS dalam rangka Evaluasi dan Singkrinisasi LTT OKMAR 2018/2019

Rapat Koordinasi Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai (UPSUS PAJALE) Provinsi Sulawesi Barat diselenggarakan pada Jumat (29/03/2019) bertempat di Hotel Istana, Kabupaten Poliwali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Rakor dilaksanakan dalam rangka evaluasi capaian target LTT periode Oktober-Maret 2018/2019 dan langkah percepatan LTT periode April-September 2019.  Hadir dalam Rakor tersebut Penanggung Jawab UPSUS Provinsi Sulawesi Barat selaku Plt. Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat, Kepala BPTP Sulawesi Barat, Kepala Dinas Pertanian beserta Kepala Bidang Tanaman Pangan, Petugas SIM TP dan beserta Mantri Tani se Provinsi Sulawesi Barat.

Dalam sambutannya Penjab UPSUS Provinsi Sulbar Dr. Ir. Hardiyanto, MSc menyampaikan salam perkenalannya kepada seluruh Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten dan jajarannya serta menyampaikan permohonan maaf dan salam dari Dr. Ir. Moh. Ismail Wahab selaku Penjab UPSUS Provinsi Sulbar sebelumnya yang telah dimutasi menjadi Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura yang sedianya akan hadir dalam acara rakor tersebut. Selanjutnya Penjab UPSUS juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten  yang telah bekerja keras mengawal UPSUS program Kementerian Pertanian dalam rangka guna mendukung swasembada pangan.

Pada kesempatan tersebut, Pj. UPSUS juga menyampaikan kepada seluruh peserta yang didominasi oleh Mantri Tani agar melaporkan setiap permasalahan di lapang serta memanfaatkan keberadaan Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Sulbar  yang menjadi wakil Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian  di daerah. Teknologi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian juga tidak hanya sebatas inovasi teknologi Padi jagung kedelai tetapi juga telah berkembang ke komoditas lain. 

Arahan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat Ir. H. Tanawali, M.AP mengajak seluruh stakeholder terkait agar mengawal dan melaporkan hasil setiap target yang diberikan oleh pusat. Lanjutnya Tanawali bahwa “prestasi kita semua adalah tercapainya setiap target yang diamanahkan kepada kita yang membidangi Pertanian ini, oleh sebab itu apabila target tidak tercapai maka konsekuensinya adalah mengurangi bantuan yang selama ini kita menerima dari pusat” terang Tanawali.      

Selanjutnya pemaparan realisasi capaian LTT Periode Okmar 2018/2019 yang disampaikan oleh Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian, Puslitbang Tanaman Pangan Dr. Agus Wahyana Anggara. Dalam paparannya Agus menyampaikan bahwa “SP Padi periode OKMAR 2018/2019 di provinsi Sulbar realisasinya masih sangat rendah (74.333 ha) dibandingkan target 94.907 ha.

Dalam paparannya juga Agus menyampaikan strategi dalam usaha percepatan untuk mencapai target LTT. Menurut Agus stragegi adalah “agar segera percepatan CPCL, kontrak pengadaan benih, daerah yang sudah tanam agar segera tanam, percepatan pengadaan Alsintan, pengawalan intensif terhadap serangan OPT dan percepatan olah tanam dan tanam serta pengawalan LTT Penjab UPSUS” papar Agus. (Uje/AWA)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar