Mewaspadai Hama Ulat Fall Armyworm Masuk ke Indonesia

Hama  ulat ‘Fall Armyworm’ saat ini sedang mengancam negara produsen jagung dunia. Hama ini berasal dari AS dan kini sudah mewabah di Myanmar, India, Thailand, dan Filipina.

Apa itu hama ulat ‘Fall Armyworm (FAW)’? FAW atau Spidoptera frugiperda merupakan salah satu jenis ulat grayak yang mempunyai jelajah tinggi. Bahkan imago-nya bisa terbang jauh, bahkan jika terbawa angin bisa mencapai 100 km. Imago ulat cepat menyebar, bahkan termasuk penerbang kuat dapat mencapai jarak yang cukup jauh dalam satu minggu. FAW ini pertama kali terdeteksi di FAW pertama kali terdeteksi di Afrika Tengah dan Barat pada awal 2016 dan dengan cepat menyebar hampir di seluruh Afrika Sub-Sahara. Jenis hama ini sangat berbahaya. Meskipun hama ini lebih suka jagung, tetapi hama ini dapat pula menyerang tanaman pangan lain seperti kedelai dan padi.

Dikutip dari detik.com, pakar hama dan penyakit tumbuhan dari IPB Dr. Idham Sakti Harahap menyebut, kerusakan akibat hama ulat itu jauh lebih besar daripada hama ulat yang sudah ada di Indonesia. Meskipun blm ada laporan secara resmi tentang  kejadian serangan FAW di Indonesia, saat ini mendapatkan informasi bhw ditemukan jenis hama yg sgt mirip dgn FAW di Pasaman Barat dan Lampung. Untuk identifikasi lebih lanjut serta sebagai langkah antisipasi penanganan dini, Balitsereal  menugaskan peneliti hama ke Pasaman Barat untuk bergabung dgn Tim IPB dan Corteva.

Langkah antisipasi pencegahan dan deteksi perlu dilakukan melalui jaringan medsos, website, penyebaran leaflet/buku saku danTOT pengenalan dan metode deteksi dini bagi petugas OPT disetiap daerah sentra jagung di Indonesia serta pengetatan pengawasan benih tanaman pangan yang masuk ke Indonesia oleh Badan Karantina Pertanian. Sedangkan antisipasi dilapangan dapat dilakukan dengan lebih menggiatkan para penyuluh  untuk melakukan sosialisasi bagi para petani terhadap ciri-ciri ulat spodoptera frugiperda ini.(LEN)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar