Seminar Rutin Puslitbang Tanaman Pangan Januari 2019

Salah satu bentuk sarana penyebaran informasi terkait inovasi dan teknologi tanaman pangan, dilakukan seminar rutin yang diadakan oleh Puslitbang Tanaman Pangan. Peneliti, perekayasa ataupun penyuluh diberikan kesempatan untuk menyampaikan paparannya terkait inovasi dan teknologi tanaman pangan. Pada hari Kamis, 31 Januari 2019, kegiatan tersebut kembali dilaksanakan dengan dua orang pemrasaran, yaitu Prof. Dr. Hasil Sembiring (Profesor Riset Puslitbangtan/Kepala Kantor Perwakilan IRRI Indonesia) dan Ir. M. Yasin HG, MS (Peneliti di Balai Penelitian Serealia).

Dalam paparannya yang berjudul Layanan Konsultasi Padi (LKP) mendukung Pertanian 4.0, Prof. Hasil menyampaikan bahwa dewasa ini peranan software dan teknologi adalah suatu keharusan untuk mendukung pembangunan pertanian kedepannya. Kepala Kantor Perwakilan IRRI Indonesia tersebut juga memaparkan bahwa software LKP dibangun dari penelitian yang cukup panjang terkait dengan teknik pemupukan spesifik lokasi dan dituangkan dalam bentuk web dan android. “Di dalam LKP, disamping rekomendasi penggunan varietas unggul dan pemupukan, telah terdapat komponen teknologi sistem tanam jajar legowo dan pengendalian hama penyakit utama, sehingga sangat memudahkan pengguna”. Software tersebut dibangun berkat adanya kerjasama antara Puslitbang Tanaman Pangan dengan International Rice Research Institute (IRRI).

Berbeda dengan Prof. Hasil, Ir. M Yasin HG, MS memaparkan strategi pemuliaan jagung fungsional untuk ketahanan pangan nasional. Sebagai pemulia dari Balitsereal, beliau menyampaikan bahwa peran pemulia jagung di Indonesia dalam merakit varietas unggul baru (VUB) selama dasawarsa terakhir sangat nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Selain produktivitasnya yang semakin meningkat, para pemulia juga telah menghasilkan beberapa jagung fungsional yang mulai dikembangkan di berbagai wilayah. “Salah satu jagung fungsional yang telah dihasilkan adalah jagung bernutrisi protein tinggi QPM yang berperan untuk menghindari penyakit busung lapang pada balita”. Berbagai jagung fungsional yang telah dihasilkan memiliki manfaat tersendiri terutama untuk bahan makanan anak balita teridentifikasi rawan gizi. Selain jagung berprotein tinggi QPM, telah dihasilkan juga jagung beta carotene, jagung pulut, serta jagung anthosianin. (YG)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar