Optimalkan Hutan Kayu Putih di Gunung Kidul dengan Largo Super

Dalam rangka percepatan diseminasi agar teknologi segera sampai ke pengguna, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan), Kementerian Pertanian menggelar tatap muka langsung dengan petani kooperator kegiatan LARGO (Larikan Padi Gogo) Super pada Rabu, 16/01/2019. Adapun tema yang diusung pada acara tatap muka tersebut adalah “Penjaringan Umpan Balik Penerapan Teknologi Largo Super”.

Acara dilaksanakan di Balai Dusun Mengger, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul. Peserta yang hadir sekitar 250 orang yang terdiri dari Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Kidul, Kepala BPTP DIY, Danramil 04/Nglipar, Kapolsek Nglipar, Penyuluh, Mantri Tani, Gapoktan dan Poktan se Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul.

Dalam sambutannya Kepala Puslitbang Tanaman Pangan (Dr. Ir. Moh. Ismail Wahab, MSi) menyampaikan “kegiatan seperti ini ada di tiga tempat yaitu Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dan Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta”. Lanjutnya “Tujuan utama kegiatan pengembangan Largo Super ini selain menambah wawasan bagi petani tentang teknologi budidaya juga petani bisa melihat langsung hasil produktivitasnya ” pungkasnya. Selanjutnya Kepala Puslitbangtan menegaskan kepada Kepala Dinas Pertanian kabupaten Gunung Kidul agar hasilnya dikembangkan kembali jangan sampai dikonsumsi semua oleh petani. Sebab ke tujuh varietas tersebut benihnya masih langka. Salah satunya adalah varietas Inpari 42 Agritan GSR yang bisa ditanam tanpa menggunakan pupuk, sehingga varietas tersebut banyak dicari oleh penangkar.

Selanjutnya sambutan Bupati Gunung Kidul yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Kidul (Ir. Bambang Wisnu Broto) berharap agar petani harus maju dan menjadi tulang punggung bagi Kabupaten Gunung Kidul. Lanjutnya menurut Kepala Dinas Pertanian “mengucapkan terima kasih atas terpilihnya menjadi salah satu lokasi pengembangan Largo Super dan akan memperluas penerapan teknologi tersebut ke kacamatan lainnya di Kabupaten Gunung Kidul” imbuhnya.

Salah satu petani yang hadir pada acara tersebut Pak Paisan menyatakan “teknologi budidaya Largo Super ini optimis mampu meningkatkan produktivitas karena sebelumnya pertanaman hanya menggunakan pupuk kimia saja” imbuhnya.

Pengembangan teknologi budidaya Largo Super di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Yogyakarta seluas 100 ha. Pengembangan teknologi budidaya Largo Super dilaksanakan pada lahan kering tadah hujan di bawah tegakan tanaman kayu putih. Adapun varietas yang digunakan pada kegiatan pengembangan tersebut adalah Inpago 8, Inpago 10, Inpago 12, Rindang 1, Rindang 2, Inpago Unsoed dan Inpari 42 Agritan GSR. (AW/AWA/Uje)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar