Telaah Kritis dalam Rangka Penyediaan Benih untuk Pengembangan Jagung NASA 29

Puslitbang Tanaman Pangan sejak tahun 2017 telah melakukan analisis kelayakan sosial ekonomi pengembangan inovasi teknologi jagung berupa VUB hibrida prolifik (tongkol ganda) “NASA 29” di sejumlah area target pengembangan. Parameter pengamatan yang menjadi fokus utama penelitian pada tahun 2017 dan 2018 adalah aspek sosial dan ekonomi.

Pada tahun 2018 pengembangan NASA 29 dilaksanakan di Desa Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Peluang pengembangan NASA 29 sangat baik, karena adanya dukungan besar dari Pemerintah Daerah setempat. Parameter pengamatan yang menjadi fokus utama penelitian adalah aspek sosial dan ekonomi, khususnya terkait kepuasan dan tingkat preferensi konsumen terhadap atribut NASA 29 (IPA, Importance and Performance Analysis), kesediaan petani untuk menerima dan mengadopsi/memakai NASA 29 (WTP, Willingness to Pay), kesediaan petani penangkar untuk berinvestasi terhadap pengembangan NASA 29 (WTA, Willingness to Accept), dan tingkat kepuasan petani terhadap inovasi yang diintroduksikan (CSI, Customer Satisfaction Index). Data usahatani dikumpulkan sebagai data pendukung.

Hasil pengukuran Importance and Performace Analysis (IPA) menunjukkan bahwa nilai persepsi kinerja atribut NASA 29 (3,61) lebih rendah 0,26 poin dibandingkan nilai persepsi harapan/kepentingan petani terhadap NASA 29 (3,87). Hal ini menunjukkan bahwa kinerja semua atribut masih perlu ditingkatkan karena belum mampu untuk memenuhi ekspektasi petani konsumen terhadap NASA 29.

Pada penelitian ini juga dilakukan pengukuran sampai sejauh mana tingkat kepuasan konsumen terhadap kinerja atribut NASA 29. Berdasarkan analisis Consumer Satisfaction Index (CSI), nilai CSI yang diperoleh dari hasil perhitungan keseluruhan atribut Nasa 29 adalah sebesar 72,79. Hal ini menujukkan bahwa secara keseluruhan, para petani puas terhadap kinerja atribut NASA 29 dan bersedia untuk kembali menanam NASA 29. Kepuasan para petani terhadap kinerja NASA 29 juga diketahui dari tingginya nilai R/C yang diperoleh, yaitu sebesar 3.58. Artinya setiap Rp 1.000,- yang dikeluarkan oleh petani dalam membudidayakan benih Nasa 29, maka para petani akan memperoleh penghasilan sebesar Rp 3.580.- (NAS)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar