Kelayakan Inovasi Teknologi Jarwo Super di 3 Provinsi di Sumatera

Jarwo Super merupakan teknologi budi daya terpadu padi sawah irigasi berbasis tanam jajar legowo 2:1 yang bertujuan untuk meningkatkan hasil padi sawah dengan memanfaatkan pengaruh tananaman pinggir (border effect). Jajar legowo 2:1 adalah teknik tanam padi dimana setiap dua baris tanaman padi diikuti dengan satu baris kosong dan diulangi pada baris tanaman berikutnya. Komponen yang digunakan pada teknologi Jajar Legowo Super adalah: 1) Varietas Unggul Baru (VUB); 2) Bio-dekomposer; 3) Pupuk hayati; 4) Pestisida nabati dan Pestisida anorganik, serta 5) alat dan mesin pertanian.
Pengembangan Jajar Legowo (Jarwo) Super pada tahun 2017 oleh Badan Litbang Pertanian melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan membawa dampak positif bagi petani budidaya padi sawah. Pengembangan Jarwo Super di Sumatera, dilakukan pada Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan sampai saat ini petaninya tetap konsisten menanam padi dengan Teknologi Jarwo Super.

Berdasarkan hasil penelitian di tiga Provinsi tersebut, budi daya padi dengan menggunakan Teknologi Jarwo Super masih menguntungkan dari pada budi daya padi secara konvesional. Rata-rata produktivitas padi meningkat dengan menggunakan teknologi Jarwo Super di Provinsi Sumatera Selatan 37 % (21,72 kw/ha), Aceh 31 % (17,62 kw/ha), dan Sumatera Utara 12 % (8,66 kw/ha).

Selain itu, dari segi rasio penggunaan tenaga kerja atau rasio biaya pupuk, petani Jarwo Super lebih efisien bila dibandingkan dengan petani konvesional. Keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh inovasi teknologi Jajar Legowo Super inilah yang membuat petani tetap melanjutkan teknologi Jarwo Super. (Uje/RTPH/BP)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar