Perakitan Beras Karakter Khusus Basmati

Beras Basmati adalah beras dengan tipe khusus yang mempunyai index glikemik yang rendah dengan tekstur tidak pulen tapi mempunyai aroma harum yang khas. Selain itu, beras basmati memiliki kadar sejenis karbohidrat amylose yang cukup tinggi yang tidak mudah dicerna.

Kebaradaan beras Basmati di masyarakat semakin hari semakin populer, sehingga permintaan beras cukup tinggi. Beras tersebut hanya bisa tumbuh di bagian utara India dan Pakistan, sehingga harga beras Basmati di Indonesia menjadi mahal harganya.

Untuk mengatasi hal tersebut sejak 2007 Badan Litbang Pertanian selaku lembaga penelitian di bawah Kementerian Pertanian merakit varietas padi aromatik tipe Basamati. Persilangan dilakukan dengan tetua Basmati asal Pakistan dengan galur/varietas asal Indonesia dengan metode seleksi Pedigree, bulk, dan seleksi silang berulang. Hasil persilangan tersebut menghasilkan dua galur yaitu B13727C-MR-1-2-2-3-7-13 dan B13727C-MR-2-4-4-7-1 yang mempunyai sifat agronomis seperti Basmati.

Tahun 2017 telah dilakukan uji multi lokasi di 17 lokasi di Indonesia dengan hasil bobot per 1000 butir gabah (KA 14%) 26,98 gram, sedangkan hasil Gabah kering giling 4,3 ton/ha. Jumlah gabah isi per malai sebanyak 71 butir dan gambah hampa permalai sebanyak 25 butir, sedangkan total gabah per malai 96 butir. Bentuk bulir panjang dan ramping dan mempunyai khas wangi jasmine yang lembut. Padi Tipe Basmati ini dapat dipanen setelah 109 hari setelah semai. Selain itu, beras Basmati tersebut mempunyai keunikan apabila dimasak akan memanjang 3 kali lipat berasnya.

Hasil perakitan dan uji multi lokasi pada 17 lokasi diharapkan dapat dilepas pada bulan November 2018. (AGS/UJE/LL)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar