Inovasi Teknologi Perbenihan Tanaman Pangan Mendukung Launching dan Distribusi 10 juta Benih

Launching dan Distribusi 10 juta Benih Perkebunan untuk Petani Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 24 September 2018 bertempat di Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Sukabumi

Kegiatan launching ini diikuti oleh kurang lebih 1.000 peserta yang terdiri dari petani, pelaku usaha perkebunan, perwakilan dari pemerintah Propinsi, Kabupaten dan Kota dari berbagai daerah di Indonesia, pelaku industri, siswa, mahasiswa serta santri.

Lounching dan Distribusi 10 Juta Benih Pekebunan dilakukan oleh Kepala.Balitbangtan Dr. Muhammad Syakir Mewakili Menteri Pertanian. Acara tersebut diawali dengan Laporan Panitia yang disampaikan oleh Kapus Litbang Tanaman Perkebunan Dr. Fadjry Djufry, Turut hadir Komisi IV DPR, Direktur Perkebunan kementan, Bupati dan Walikota Sukabumi, Bupati Bandung, Serang, Pagar Alam, Ogan Komering Ulu, Dekan dari beberapa Perguruan Tinggi, Para Pejabat Struktural Kementan/Balitbangtan. Turut hadir juga Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Dr. Moh. Ismail Wahab.

Dr. Mohammad Syakir, saat lounching telah melepas sebanyak 36 truk yang akan dibagikan secara gratis ke berbagai daerah di Indonesia. Dalam sambutannya Kepala Balitbangtan menyampaikan bahwa Pemerintah tidak berhenti sampai pada pemberian benih gratis saja, tetapi dibarengi juga dengan pendampingan inovasi teknologi kepada petani. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa benih itu tumbuh dengan baik, dan dikemudian hari dapat menghasilkan dengan provitas potensial yang diharapkan.

Dalam rangka mengakselerasi kebangkitan rempah Indonesia, maka Menteri Pertanian memandatkan Badan Litbang Pertanian melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan dan Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Pertanian (BBP2TP) T.A. 2017-2018 mendapat tugas tambahan untuk memproduksi benih sebar perkebunan sebanyak 18.289.935 benih yang meliputi benih tebu, kopi, kakao, karet, kelapa, lada, pala, cengkeh, kayu manis dan jambu mete. Produksi benih dari lingkup Puslitbang Perkebunan yaitu Balittro, Balittri, Balit Palma dan Balittas memproduksi sebanyak 15.378.617 benih unggul bersertifikat. Balitbangtan tidak lagi hanya bertugas untuk merakit varietas unggul dan menyediakan benih sumber, tetapi juga sekaligus memproduksi benih sebar yang dapat disalurkan langsung kepada masyarakat petani melalui koordinasi dengan stakeholder di pusat dan daerah.

Varietas Unggul tanaman perkebunan yang dihasilkan antara lain : Tebu (AAS Agribun, AMS Agribun, ASA Agrbun dan CMG Agribun), Kakao BL-50, Kopi Liberika, Kelapa Bido, Kelapa Sri Gemilang, Varietas unggul seraiwangi Sitrona 1 dan sitrona 2, Varietas unggul nilam patchoulina 1 dan 2.

Puslitbang Tanaman Pangan, melalui Kepala Pusat Dr. Moh Ismail Wahab menyatakan bahwa sejalan dengan kegiatan Lounching tersebut, komoditas tanaman pangan telah siap dengan varietas pendukung  yang dapat ditanam diantara tanaman perkebunan sebagai tanaman tumpang sari dengan tanaman perkebunan dan hutan tanaman industri. Untuk itu beberapa varietas unggul padi, jagung dan kedelai yang toleran naungan yang bisa tetap berproduksi tinggi dalam kondisi intensitas cahaya yang rendah (±50%) telah siap. Varietas-varietas yang telah dihasilkan Balitbangtan dan dapat ditumpang sarikan, antara lain padi gogo Inpago 7, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10 dan Inpago 11 Agritan. Varietas jagung yang tahan naungan yakni jagung Komposit dan varietas kedelai Dena 1 dan Dena 2. Varietas-varietas ini ditampilkan pada pameran yang diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan Lounching tersebut.

Harapannya petani dapat menerapkan teknologi tumpang sari dengan pilihan komoditas tanaman pangan yang dapat peningkatan nilai tambah produk pangan serta tanaman perkebunan yang memiliki daya saing tinggi di pasar global. (RTPH)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar